Ikan dan Lautan

Kau tau siapa yang kemudian tersakiti dari pusaran air yang kau buat bersama kelompokmu?

Selalu saja ada waktu dimana kita seolah harus teringat pada kejadian-kejadian menyakitkan yang membenturkan lara kemudian mamatrikan gores-gores tak berwujud yang sesekali berdenyut nyata. Bagiku, kejadian itu adalah peristiwa dua tahun lalu. Saat aku seolah dipastikan melakukan hal yang tidak aku lakukan, tanpa kesempatan meluruskan segala.

Rasanya seperti dirundung oleh hal-hal baik yang selama ini aku yakini dan aku lindungi. Tidak pernah kusangka aku akan mempertanyakan apa yang ditertawakan orang-orang, apakah aku? Tidak pernah aku sangka aku akan mencurigai apa pembicaraan mereka saat bergerombol, apakah aku? Tidak pernah aku begitu cemas berada dikeramaian, serasa ingin kuteriakkan, “Kalian tidak dengan ceritaku!” Tidak pernah aku merasa begitu rendah dan begitu tidak percaya diri. Mudah bagi sebagian orang menghancurkan diri orang lain, cukup bercerita dari satu sisi dan tutup gelap sisi yang lain, boom! Ceritamu akan lebih bersinar dan terpercaya.

Posisiku diapit dua arus. Hatiku ingin terus berada di tempat ramai karena hal-hal yang kusukai. Otakku ingin lari dari tempat-tempat yang ingin kutuju. Kalian hebat. Diam, bisu, tak bersalah. Melihat dari jauh dan tertawa di belakang. Sebegitu lucukah melihat tontonan yang kalian ciptakan?

Harus aku akui, kejadian itu terus berulang dalam pikiranku. Bagaimana orang-orang bergunjing tentangku dengan tatapannya. Bagaimana orang-orang menatapku seperti berspekulasi. Kalian ciptakan pasukan untuk mencaci dalam diam, agar aku mati pelan-pelan. Pertanyaan-pertanyaan yang sengaja dilontarkan di tengah publik dengan dalih “hanya bercanda” namun jelas-jelas menyindir nyata, benar-benar membuatku memutuskan menghilang dari sana, tempat yang selama ini menjadi persinggahan favorit.

Layaknya ikan di lautan, aku hanya satu dari sekian banyak spesies yang harus berjuang melawan pusaran-pusaran arus yang kadang melukai insang. Jadi, aku putuskan untuk terus berenang hingga bertemu lautan tenang bersama keindahannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s